Sains dan Seni Berjalan Beriringan Dalam Seminar

Sains dan Seni Berjalan Beriringan Dalam SeminarDinding kantor Yannick Meurice dipagari dengan cetakan—miliknya sendiri serta reproduksi dari seniman-seniman seperti pembuat seni grafis Universitas Iowa yang terkenal, Mauricio Lasansky. Di bawah seni tergantung papan tulis yang tercakup dalam persamaan dan catatan ilmiah.

Ketertarikan yang sama pada pertemuan antara seni dan sains adalah apa yang diharapkan oleh profesor di Departemen Fisika dan Astronomi UI tersebut pada mahasiswa yang mengikuti seminar tahun pertamanya, Sisi Artistik Sains: Komputasi dan Pola di Alam. Kelas memungkinkan siswa baru untuk menggunakan kode komputer ilmiah yang ada untuk menghasilkan cetakan artistik.

“Saya menemukan membuat seni santai,” kata Meurice. “Saya berharap mahasiswa sains mengembangkan apresiasi terhadap seni visual dan menemukan bahwa itu adalah sesuatu yang dapat mereka lakukan. Dan bagi siswa yang memiliki dorongan artistik, mereka merasa senang belajar tentang komputasi dan sains melalui proses ini.”

Meurice berada di tahun ketiga mengajar kursus, yang mencakup siswa dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari seni dan sejarah seni hingga ilmu komputer dan teknik.

“Siswa yang mungkin tidak bertemu atau tidak mengenal satu sama lain sedang berpindah-pindah, pergi ke gedung yang berbeda, berbagi sumber daya, dan saling membantu,” kata Meurice.

Selain berkolaborasi dengan Meurice, seorang fisikawan partikel komputasional, para mahasiswa juga bereksperimen dengan teknik seni grafis bersama Anita Jung, profesor dan kepala bidang seni grafis di Fakultas Seni Rupa dan Sejarah UI UI, dan Deanne Wortman, manajer program Virginia A. Myers NEXUS. Kemahasiswaan Teknik dan Seni serta Pelayanan Mahasiswa Teknik di Sekolah Tinggi Teknik UI.

Siswa mulai semester mengubah gambar menggunakan kode komputer yang dikembangkan Meurice untuk penelitiannya. Para siswa memilih gambar yang ingin mereka kerjakan, mulai dari selfie hingga karya seni asli. Meurice mengatakan ini sering kali adalah bagian yang paling menakutkan di kelas, tetapi seharusnya tidak.

“Mereka tidak membutuhkan pengetahuan yang masuk,” kata Meurice. “Yang perlu Anda lakukan adalah mengubah angka di sana-sini dalam kode yang ada untuk mendapatkan variasi yang menarik, seperti mengubah kontras atau suhu untuk membuat cluster piksel gelap. Anda hanya mencoba secara empiris untuk melihat cara kerjanya. Mereka sering terkejut menemukan kesenangan dari pemrograman.”

Katie Noble berkata bahwa kelas itu sepertinya dibuat khusus untuknya. Mahasiswa ilmu komputer tahun pertama dari Freeport, Illinois, mengatakan bahasa komputer (Python) yang mereka gunakan untuk mengubah gambar mereka adalah bahasa yang dia gunakan dalam kursus ilmu komputer, dan menarik untuk menggunakannya dengan cara yang berbeda. Dia bilang dia juga senang bertemu dengan siswa dari berbagai disiplin ilmu dan bekerja di gedung yang mungkin tidak akan dia lakukan sebaliknya.

“Ini adalah pengalaman belajar bagi kita semua,” kata Noble. “Dan pada akhirnya, Anda memiliki karya seni yang sudah jadi ini. Ini pengalaman yang keren.”

Meurice mengatakan dia mulai menggunakan metode ini untuk mereproduksi tekstur teknik seni grafis yang dikenal sebagai aquatint. Teknik ini terkenal digunakan oleh Francisco Goya, dan Meurice membawa murid-muridnya ke Museum Seni Stanley UI untuk melihat langsung karya-karya seniman tersebut.

Para siswa kemudian memulai proses membuat cetakan mereka sendiri dari gambar yang diubah, dimulai dengan mentransfer gambar ke solarplate—pelat baja yang dilapisi polimer yang peka terhadap sinar ultraviolet, seperti yang berasal dari matahari. Siswa menempatkan film transparan di mana karya seni mereka dicetak ke solarplate, kemudian menempatkannya dalam kotak lampu UV selama sekitar satu menit. Pelat surya kemudian dicuci dalam air, yang melarutkan bagian pelat yang tidak terpapar dan meninggalkan alur yang dapat diisi dengan tinta.

Jung mengatakan dia suka mengingatkan siswa bahwa ponsel mereka memiliki chip yang dibuat mirip dengan bagaimana pelat surya dibuat.

“Saya pikir membuat mereka membuat koneksi itu bisa sangat mengejutkan,” kata Jung. “Mereka pikir itu luar biasa seseorang menemukan itu, tetapi itu juga membuat mereka berpikir bahwa mereka juga bisa melakukannya. Ini adalah sains dan teknologi yang sangat canggih dan kompleks yang disajikan dengan cara yang sangat menyenangkan, sangat menyenangkan, dan melibatkan.”

Cafeartscience – Para siswa kemudian melakukan perjalanan ke laboratorium seni grafis di Gedung Seni Rupa, di mana Jung menunjukkan kepada mereka cara melapisi pelat surya mereka dengan tinta, menutupinya dengan kertas, dan mencetak dengan mesin cetak.

“Saya sangat menikmati siswa yang mengaku sebagai non-seniman datang ke gedung dan bekerja,” kata Jung. “Beberapa dari mereka menjadi sangat bersemangat dan tertarik untuk melakukan lebih banyak.”

Terakhir, para siswa membuat cetakan kedua menggunakan proses seni grafis foil revolusioner yang dikembangkan oleh mantan Profesor UI Virginia Myers. Hal ini dilakukan dengan bantuan Wortman pada Iowa Foil Printer di Seamans Center for the Engineering Arts and Sciences.

Noble mengatakan dia pernah bermimpi menjadi seorang animator untuk Pixar, telah magang di sebuah perusahaan arsitektur kota kelahirannya, dan suka bekerja dengan komputer.

“Kelas ini sempurna karena keseimbangan yang seimbang dari apa yang saya sukai, dan Anda tidak menemukan banyak kelas yang dapat mendukung itu,” Noble s

FutureEverything, Lab Inovasi Modern Digital

FutureEverything, Lab Inovasi Modern Digital – Lab inovasi digital dengan nama FutureEverything ini, berhasil menghadirkan budaya digital. Apa sebenarnya FutureEverything ini? Temukan jawabannya di bawah ini.

FutureEverything ini pertama kali didirikan pada tahun 1995 di Manchester. Dalam perjalanannya, lab inovasi ini telah mendapatkan berbagai jenis penghargaan. Beberapa penghargaan ini didapatkan dalam kategori budaya digital dan juga event festival tahunan.

Lebih dari 20 tahun berlalu, FutureEverything telah banyak menjelajahi berbagai titik temu, antara budaya, teknologi, dan juga masyarakat. Penelitian dan pembahasannya lebih banyak ditekankan pada diskusi digital, sebagai jantung pengetahuan.

Lab Inovasi FutureEverything

Program yang dilaksanakan oleh FutureEverything ini cukup banyak, salah satunya adalah dengan melakukan kolaborasi bersama ArtScience Museum untuk mengusung sebuah pameran tentang berbagai aktivitas yang dijalani oleh FutureEverything.

Salah satu festival digital terbesar yang pernah diselenggarakan berlokasi di Singapura. Dalam festiva; ini para pengunjung akan diajak menjelajahi berbagai tema tentang Bangsa yang Cerdas. Selain itu, juga dapat melakukan penelitian tentang berbagai kemungkinan dalam hal teknologi dan seni.

Diskusi digital menarik juga mengangkat tema tentang hal-hal yang berkaitan dengan budaya, tata pemerintahan, hingga kehidupan warga kota. Dengan festival ini, akan mendorong kegiatan bincang-bincang partisipatif tentang pengembangan budaya digital Singapura.

Tujuan dari festival tersebut adalah untuk menarik perhatian dan kontribusi baik dari warga Singapura, seniman internasional, wisatawan, dan juga para pemikir global. Festival juga berisi tentang berbagai rangkaian acara mulai dari sesi interaktif, konferensi, dan acara live.

Misi FutureEverything

Sebagai lab digital yang mendapatkan telah mendapatkan penghargaan, FutureEverything memiliki misi dalam perjalanan operasionalnya. Misi yang dimiliki adalah untuk memberdayakan warga, mitra proyek, komunitas agar bisa memanfaatkan teknologi dan seni.

Dengan adanya teknologi dan seni tersebut, maka dapat digunakan untuk menciptakan sebuah perubahan yang positif bagi dunia. Caranya adalah melalui desain partisipatif, penelitian, dan komisioning seni publik.

FutureEverything memperjuangkan peran dari inovasi terbaru, menciptakan kreasi bersama, serta mampu untuk menciptakan peluang akan keterlibatan masyarakat dalam berbagai penelitian. Hasilnya adalah pengetahuan dan perkembangan teknologi yang semakin meningkat.


Rangkaian Program di FutureEverything

Bukan hanya berpartisipasi dalam beberapa festival, namun juga memiliki serangkaian kegiatan yang senantiasa dijalankan. Program ini dikembangkan untuk mendukung misi dari FutureEverything. Beberapa program yang terdapat di lab digital ini antara lain.

1. Pengembangan Seni dan Komisioning
Dalam kurun waktu operasionalnya, secara berkala FutureEverything melakukan kerjasama dalam bentuk komisioning. Selain itu juga memproduksi seni publik yang bertujuan sebagai tanggapan akan hadirnya budaya digital yang ada.

Kegiatan lainnya pada program ini adalah mengakurasi pameran digital dan science, serta melakukan pembinaan bakat bagi para anggotanya. Salah satunya adalah dengan adanya peluang residensi bagi orang-orang yang ingin bergabung pada lab digital ini.

2. Desain Partisipatif dan Penelitian
Seperti halnya lab science yang lainnya, disini juga terdapat program penelitian guna meningkatkan pemecahan masalah. Tidak hanya bekerja sendiri, lab FutureEverything ini juga melakukan kolaborasi dengan beberapa organisasi dan komunitas.

Tujuan dari kolaborasi ini antara lain untuk bisa lebih memahami hal-hal atau masalah-masalah yang sifatnya lebih kompleks. Dengan adanya desain partisipatif ini, maka bisa untuk menciptakan dan menguji berbagai alternatif solusi yang memungkinkan.

3. Berbagi Pengetahuan
FutureEverything memiliki beberapa program yang digunakan untuk berbagi pengetahuan yang ada. Contohnya adalah adanya lokakarya pertukaran ilmu pengetahuan, hingga dibentuknya forum komunikasi yang berfungsi sebagai wadah untuk bertukar pengetahuan.

Ruang tersebut, baik komunitas maupun lokakarya akan meningkatkan kesempatan dalam melakukan kolaborasi. Bukan hanya dalam bentuk pengetahuan science, namun juga dalam bentuk lab digital yang menjadi ciri FutureEverything.

4. Laboratorium Hidup dan Acara Publik
FutureEverything menjadi pelopor dalam berbagai festival sebagai sebuah metode lab digital yang modern dan menarik. Berbeda dengan lab umum yang mungkin menjenuhkan, dengan adanya festival lab ini menjadi sebuah bentuk pengetahuan yang menyenangkan.

Seperti halnya festival pada umumnya, Anda bisa ikut berinteraksi dan terlibat langsung secara kritis. Selain menjalankan lab digital, juga bisa secara langsung mengenal teknologi baru yang diciptakan. Tentunya festival ini sangat menarik.

Pendekatan yang Dilakukan FutureEverything

Melakukan berbagai penelitian dalam lab digital, tentunya membutuhkan pendekatan yang tepat. Agar misi dan tujuan dapat tercapai dengan baik, maka harus memiliki strategi yang tepat. Untuk melaksanakan misinya, FutureEverything melakukan beberapa pendekatan sebagai berikut.

1. Sadar Teknologi
Hasil dari hari retas, demo penelitian, dan juga festival yang dilakukan, cukup untuk melakukan kajian penelitian. Misalnya adalah dampak budaya yang ditimbulkan dari adanya teknologi dan sains tersebut. Setelah itu, akan ditemukan cara untuk menguji ide baru di dunia nyata.

Semakin banyak hasil penelitian yang didapatkan, maka akan semakin banyak pula ide-ide baru yang tercipta. Teknologi yang semakin berkembang, harus bisa dimanfaatkan dengan baik, untuk mendukung kemajuan.

2. People Centred
Sebuah penelitian akan berhasil ketika adanya kolaborasi yang melibatkan masyarakat. Mulai dari dibentuknya forum komunikasi, lokakarya praktis, membuat desain partisipatif, hingga adanya acara budaya. Apapun kegiatan yang dilakukan, selalu berpusat pada orang-orang disekitarnya.

3. Art Ied
Dalam menjalankan misinya, FutureEverything bekerja untuk memperjuangkan peran dari transformatif seni, terutama dalam domain non seni. Lebih jauh lagi yaitu untuk menciptakan peluang bagi para desain interior, seniman, dan para pemilih teknologi kreatif.

Bagaimana caranya? salah satunya adalah melalui tantang inovasi dan juga adanya komisis reguler. Berbagai cara tersebut untuk lebih memperkenalkan lab digital sebagai bentuk perkembangan teknologi dan memperluas pengetahuan.

Lab digital menjadi langkah menarik untuk memperkenalkan pengetahuan dengan cara yang menyenangkan. Hal ini menjadikan FutureEveryhting menjadi salah satu lab digital yang populer. Banyak program yang bisa dicoba dari rangkaian kegiatan yang dilakukan FutureEverything.